The Wiksar Clark, Toko Penjual Kenangan

The Wiksar Clark, Toko Penjual Kenangan

The Wiksar Clark, Toko Penjual Kenangan

Author:
6 Chapters Ongoing Status
Last Update August 15, 2022

The Wiksar Clark, Toko Penjual Kenangan is The DaoistAQcKxXvcreation,The novel is mainly about"Liat ne, Han." Gladis menyodorkan ponsel pintar berkamera tiga kepadaku. "Video viral hari ini!" ucap Gladis lagi dengan diiringi suara kekehnya. Aku malas melihatnya, tetapi ponsel itu berada tepat di depan hidungku.Aku melihat Pak Pram membopongku dengan gagahly. Dia berjalan tegap, membopong tubuhku yang seringan bulu. Semua orang bersorak-sorai. Semuanya. Tanpa terkecuali. "Besok, mukamu pasti masuk mading, Han!" Thalita menyodorkan botol minum.Dia juga menyuapkan chiki ball ke mulutku. Lagi-lagi rasa keju. "Dari semua rasa di muka bumi ini, kenapa harus keju, Tha?""Kalau stroberi nggak ada, Han!" jawabnya polos."Iya juga sih!" Aku kembali membanting badan, menendang ke sana kemari dengan frustrasi. "Aku ingin menghilang saja. Aku malu! Aaaaarg!" teriakku tertahan selimut bergaris abu yang berbau keringat. Aku menegakkan badan, berdiri tegap dan membenarkan jilbabku yang porak -poranda. Hilang sudah kecantikan, keramaian, keamanan, dan ketenteraman juga kedamaian. Kini, saatnya ak Read Novel

Summary

The Wiksar Clark, Toko Penjual Kenangan is The DaoistAQcKxXvcreation,The novel is mainly about"Liat ne, Han." Gladis menyodorkan ponsel pintar berkamera tiga kepadaku. "Video viral hari ini!" ucap Gladis lagi dengan diiringi suara kekehnya. Aku malas melihatnya, tetapi ponsel itu berada tepat di depan hidungku.Aku melihat Pak Pram membopongku dengan gagahly. Dia berjalan tegap, membopong tubuhku yang seringan bulu. Semua orang bersorak-sorai. Semuanya. Tanpa terkecuali. "Besok, mukamu pasti masuk mading, Han!" Thalita menyodorkan botol minum.Dia juga menyuapkan chiki ball ke mulutku. Lagi-lagi rasa keju. "Dari semua rasa di muka bumi ini, kenapa harus keju, Tha?""Kalau stroberi nggak ada, Han!" jawabnya polos."Iya juga sih!" Aku kembali membanting badan, menendang ke sana kemari dengan frustrasi. "Aku ingin menghilang saja. Aku malu! Aaaaarg!" teriakku tertahan selimut bergaris abu yang berbau keringat. Aku menegakkan badan, berdiri tegap dan membenarkan jilbabku yang porak -poranda. Hilang sudah kecantikan, keramaian, keamanan, dan ketenteraman juga kedamaian. Kini, saatnya ak Read Novel

User Comments

    no comments
Comment(0)
  • 1 2 3 4 5
Please say something first